SANG “HABIBIE MUDA” YOGI AHMAD ERLANGGA, PEMECAH TEORI MATEMATIKA

Yogi-Ahmad-Erlangga-saat-menerima-penghargaan-Achmad-Bakrie-Award-tahun-2012Sang tokoh itu sekarang menjadi buruan para konglomerat dunia bisnis perminyakan dan universitas-universitas kelas wahid pun tak ketinggalan mengincarnya supaya bisa hadir di kampusnya untuk menggelar kuliah umum.Termasuk media elektronik pun berlomba-lomba mengundangnya untuk acara Talk Show.

Yogi Ahmad Erlangga, orang Tasikmalaya ini, berhasil memecahkan rumus matematika Persamaan Helmholtz yang membelenggu para pakar ilmu pengetahuan dan teknologi selama 30 tahun tak seorang pun mampu memecahkannya.
‘’Banyak pakar yang menghindari penelitian untuk memecahkan rumus Helmholtz ini karena memang sangat sulit dan rumit,’’ kata sarjana yang cum laude S1 dan S2 di ITB ini. Continue reading “SANG “HABIBIE MUDA” YOGI AHMAD ERLANGGA, PEMECAH TEORI MATEMATIKA”

Iklan

Perayaan Tahun Baru sudah Ada Zaman Nabi?

5564ae5c0423bdad178b4567Pernahkah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang perayaan tahun baru masehi? Karena isinya hanya main-main, tidak ada unsur ibadahnya.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dalam catatan sejarah kota Yatsrib, sebelum berganti nama menjadi madinah, penduduk kota ini mengikuti agama berhala, seperti yang ada di Mekah. Penduduk Yatsrib sangat mengagungkan berhala Manat.

Karena ajaran agama mereka tidak memiliki kitab, membuat mereka suka meniru budaya agama lain, yang mereka anggap lebih berperadaban. Terutama budaya yahudi, nasrani, dan persia.

Sebelum islam datang di Madinah, masyarakat kota ini telah memiliki hari raya yang dimeriahkan dengan permainan, makan-makan, dst. kala itu, hari raya mereka menganut tradisi orang majusi di Persia. Hari raya itu adalah Nairuz dan Mihrajan. Continue reading “Perayaan Tahun Baru sudah Ada Zaman Nabi?”

UJIAN UNTUK ORANG HEBAT

Suatu ketika Imam Syafi’i pernah ditanya oleh seseorang, “Mana yang lebih hebat bagi seseorang, antara dikokohkan (dimenangkan) atau diberi ujian.” Lalu Imam Syafi’i menjawab, “Ia tidak dikokohkan sebelum diberi ujian” (لَا يُمَكَّنَ حَتَّى يُبْتَلَى) (Ibnu Al-Qayyim: 283).

Demikianlah sunnatullah terjadi pada orang-orang hebat di sisi Allah subhanahu wata’ala. Mereka tidak diberikan kemenangan sebelum diuji hingga berdarah-darah. Karenanya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلٰى حَسَبِ دِيْنِهِ فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلَبًا اِشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ رِقَةٌ اُبْتُلِيَ عَلٰى حَسَبِ دِيْنِهِ (رواه الترمذي وابن ماجه)

“Manusia yang paling dashyat cobaannya adalah para anbiya’ kemudian orang-orang serupa lalu orang-orang yang serupa. Seseorang itu diuji menurut ukuran agamanya. Jika agamanya kuat, maka cobaannya pun dashyat. Dan jika agamanya lemah, maka ia diuji menurut agamanya” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Lihatlah kisah Nabi Nuh alaihissaam yang habis-habisan memakai segala cara, siang dan malam, untuk meyakinkan kaumnya agar bertaubat kepada Allah. Jika hal itu dilakukan selama jangka waktu yang pendek, barangkali banyak orang yang mampu melakukannya. Akan tetapi Nabi Nuh melakukan ini hingga beratus-ratus tahun lamanya. Bahkan beliau diberi usia oleh Allah ta’ala hingga 950 tahun. Demikianlah ujian berdakwah yang dahsyat, untuk orang hebat sehebat Nabi Nuh yang termasuk dalam kategori Rasul-rasul Ulul Azmi.

Kisah tiga orang Nabi dan ash-habul qaryah dalam surat Yasin dalam mendakwahi kaumnya juga menjadi teladan luar biasa. Ada pengorbanan berdarah dari salah seorang kaumnya yang mengikuti ajaran tiga Nabi tadi. Orang tersebut dengan lantang membela tiga Nabi tadi dengan untaian kata yang penuh makna. Hingga berakhir dengan reaksi keras dari kaumnya, yang membawa kepada kematiannya. Dengan demikian sudah cukup bagi Allah untuk memenangkan tiga orang Nabi tersebut. Walaupun kaumnya tidak beriman saat itu, tetapi kisah tersebut menjadi inspirasi bagi setiap perjuangan dakwah, hingga yaumil qiyamah. Kemenangan tidak harus terjadi sesaat setelah perjuangan berdarah. Kemenangan sesungguhnya adalah ketika sebuah peristiwa perjuangan menjadi inspirasi dahsyat bagi orang-orang hebat setelah itu. Ujian hebat hanya untuk orang dahsyat.

Kisah ash-habul ukhdud juga memberikan pelajaran penting tentang makna sebuah pengorbanan berdarah untuk meraih sebuah kemenangan. Seorang anak brilian dan gurunya, seorang pendeta, harus mengorbankan dirin dan mengikhlaskan kematiannya sendiri, untuk sebuah kemenangan hakiki. Kemenangan yang bukan di dunia, tetapi di akhirat kelak. Kemenangan diri dalam beriman yang berakhir pada dibakarnya secara hidup-hidup seluruh kaumnya, sepeninggal mereka berdua. Hanya karena satu hal, “mereka beriman”. Ujian dahsyat hanya untuk orang-orang hebat seperti mereka.

Nabi Yusuf yang diberikan anugerah oleh Allah ta’ala berupa jabatan juga mengalami ujian dahsyat yang beresiko kematian. Di mana pun orang hebat berada, sangat memancing kedengkian orang-orang yang memiliki hati sakit. Itulah yang terjadi pada Yusuf saat saudara-saudara mereka justru malah melakukan konspirasi untuk melakukan pembunuhan terhadap Yusuf. Walaupun konspirasi pembunuhan tersebut kemudian berakhir dengan sebuah kesepakatan di antara mereka sendiri, bahwa Yusuf dibuang saja ke sumur. Dibuang di sumur itu sendiri adalah suatu ujian dahsyat beresiko kematian. Belum lagi ujian dahsyat yang dialami Yusuf saat beliau difitnah oleh majikan perempuannya, yang mengantarkan Yusuf masuk penjara, walaupun ia tidak bersalah. Kemuliaan diri hanya dapat diraih dengan perjuangan tak mengenal lelah. Bertahun-tahun Nabi Yusuf mendekam di penjara. Hingga datangnya mimpi Sang Raja yang hanya dapat ditakwilkan oleh Yusuf. Begitu Raja mengetahui kelebihan Yusuf, maka Yusuf dipanggil dan dinobatkan sebagai salah seorang menteri raja. Jangan pernah kita hanya melihat sisi jabatan tinggi Yusuf saja. Namun juga harus melihat ujian dahsyat dalam masa-masa sejak kecil hingga sesaat sebelum diberi jabatan tersebut.

Jika orang-orang hebat tersebut mendapatkan perlakuan keji secara fisik, jangan dikira bahwa mereka tidak mendapatkan pelemahan-pelemahan mental dan pembunuhan karakter oleh kaumnya. Siapapun yang menelaah sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu dapat menyimpulkan bahwa Rasul Saw selalu mendapatkan pelemahan mental dan pembunuhan karakter melalui tuduhan sebagai penyair, tukang sihir dan orang gila. Belum lagi sekian kabilah Arab yang datang untuk berhaji, mereka sebelumnya telah diberi info detail tentang kegilaan Muhammad. Sehingga mereka menyarankan agar menutup telinganya dari kata-kata Muhammad. Namun dakwah ini terus melaju kencang, bergulir atas berkah Allah, hingga masa-masa sulit mampu dilalui umat Islam dengan baik dan mulus. Masa-masa sulit itu hanya dapat dilalui oleh orang-orang hebat yang siap dengan ujian dahsyat.
Ujian bisa berupa apa saja dari yg menyusahkan maupun yg menyenangkan. Dari kemudahan maupun kesulitan. Dari yg jauh maupun yg terdekat dg kita. Dari musuh ataupun yg kita anggap sahabat bisa menjadi ujian ..
Ujian hebat hanya dapat dilalui oleh orang-orang hebat …
Semoga bermanfaat.

==#==
Dari Group WA

Turki, Membuka Jalan Perang Akhir Zaman

By: Nandang Burhanudin


(1) Ketika membaca fakta di balik fenomena krisis Syam (Syiria, Libanon, Palestina).
Kita akan dibuat bingung. Ada apa di balik berkumpulnya 15 negara kuat dunia di Laut Mideterania.

(2) Rusia, AS, UE, Israel, Iran berada dalam satu kubu dalam operasi menghancurkan Islam dan umatnya. Seakan semua menjalankan satu komando, entah dari siapa.

(3) Satu hal yang pasti. Mereka mengimani hadis-hadis Akhir Zaman. Melakukan penelitian. Menyiapkan anggaran. Membuat rekayasa. Menciptakan produk. Ternyata banyak peristiwa besar di abad 21 ini yang telah diprediksikan oleh Rasulullah saw terjadi.

(4) Berbagai fenomena dan kejadian-kejadian besar di sepanjang abad 20 -21 semakin menambah daftar bukti atas kebenaran nubuwat beliau. Hanya keimanan yang bisa membuat kita tenang dan melakukan persiapan.

(5) Nubuwat tentang kedatangan Amerika yang akan menguasai minyak-minyak Saudi, tentang Invasi Bani Qanthura ke negeri Bashrah, tentang boikot bangsa Rum atas Iraq, Mesir dan Damaskus. Semua telah terjadi.

(6) Juga tentang perang umat Islam melawan India, tentang Palestina yang akan menjadi bumi ribath hingga akhir zaman, tentang kemunculan ashhabu rayati suud dari Khurasan. Tentang murtadnya bangsa Arab di akhir zaman, yang dimulai dari Emirates Arab. Sebaliknya, Turki kembali ke pangkuan Islam.

(7) Yang masih kita tunggu adalah Nubuwwat tentang malhamatul kubra -perang terdahsyat umat Islam melawan Eropa dan sekutunya- yang akan terjadi setelah kemunculan Al Mahdi. Amerika dan Eropa akan binasa dan menjadi wilayah Islam.

(8) UE, AS, Rusia dihancurkan. Otomatis, Israel binasa. Disebutkan dalam Kitab Zakaria (89/13), bahwa sebagian besar bangsa Yahudi akan mati dalam perang Armageddon dan dua pertiga dari mereka akan musnah. Sedangkan dalam kitab Zagiyal (12/39) disebutkan: “Akan berlangsung tujuh bulan sehingga rumah Israel berhasil mengubur mereka (orang-orang mereka yang terbunuh) sebelum membersihkan bumi”.

(9) Sebutan Armageddon sebenarnya tidak ada dalam Hadis. Hanya disebut dalam penelitian Kristen dan Ahli Kitab. Menurut bahasa Ibrani, Ar berarti gunung atau bukit. Mageddo pula adalah nama sebuah lembah di Palestina. Sebuah tempat yang cukup strategis dari segi peperangan. Perang ini juga dikatakan sebagai perang terakhir dengan menggunakan seluruh kekuatan berbagai peralatan senjata modern yang canggih.

(10) Bukit tersebut diprediksi adalah dataran tinggi Golan. Awalnya milik Syiria dan kini dikuasai Israel. Di sini sebabnya, mengapa Israel mati-matian mempertahankan Assad. Sebab Israel paham. Dataran tinggi Golan, ibarat puncak gunung di atas Bandung. Israel sangat mudah jadi target.

(11) Mungkin perang itu adalah Perang Dunia ketiga yang disebut-sebut sebagai Perang Nuklir. Setelah PD III ini berlangsung. Maka peperangan berlanjut dengan senjata manual: panah, kuda, tombak. Pemenangnya adalah siapa yang memiliki nafas panjang.

(12) Maka terjawab sudah. Rahasia baginda mewajibkan umatnya belajar dan mengajarkan renang, memanah, dan berkuda. Di sini pula. Mengapa Yahudi merusak generasi muda Islam dengan game, mainan, dan olahraga yang tidak ada kaitannya dengan ketangkasan.

(13) Terjawab pula. Negara mana dan elemen Islam mana yang kini paling siap menghadapi perang akhir zaman. Hanya semua mengalami tempaan di tahun-tahun penuh tipu daya seperti disabdakan baginda.

(14) Mungkin bukan generasi kita. Tapintugas kita mempersiapkan generasi. Bersiapsiagalah!

7 tips for improving your relationship with the Qur’an

jhgfdAre you one of those people who rarely touches the Qur’an? Or do you read daily, but don’t find it is having the impact on you that it should? Whatever the case may be, these are some simple tips that can help you connect with the Qur’an. 1. Before you touch it, check your heart. The key to really benefiting from the Qur’an is to check your heart first, before you even touch Allah’s book. Ask yourself, honestly, why you are reading it. Is it to just get some information and to let it drift away from you later? Remember that the Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) was described by his wife as a “walking Qur’an”: in other words, he didn’t just read and recite the Qur’an, he lived it. Continue reading “7 tips for improving your relationship with the Qur’an”