HUKUM MENGAJAK ANAK KECIL KE DALAM MASJID (2/2)

Tak jauh berbeda, setelah memaparkan hadits-hadits tentang banyaknya anak kecil yang ada di dalam masjid Nabawi bersama Rasulullah , dalam kitab Ats-Tsamar Al-Mustathab 1/761, Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani  berkomentar, “Boleh memasukkan anak ke masjid-masjid, walaupun mereka masih kecil dan masih tertatih saat berjalan, walaupun ada kemungkinan mereka akan menangis keras, karena Nabi  menyetujui hal itu, dan tidak mengingkarinya, bahkan beliau menyariatkan untuk para imam agar meringankan bacaan suratnya bila ada jeritan bayi, karena dikhawatirkan akan memberatkan ibunya. Mungkin saja hikmah dari hal ini adalah untuk membiasakan mereka dalam ketaatan dan menghadiri shalat jamaah, mulai sejak kecil, karena sesungguhnya pemandangan-pemandangan yang mereka lihat dan dengar saat di masjid -seperti: dzikir, bacaan qur’an, takbir, tahmid, dan tasbih- itu memiliki pengaruh yang kuat dalam jiwa mereka, tanpa mereka sadari… Pengaruh tersebut, tidak akan -atau sangat sulit- hilang saat mereka dewasa dan memasuki perjuangan hidup dan gemerlap dunia. Dan sepertinya Ilmu psikologi modern, menguatkan kenyataan bahwa anak kecil itu bisa dipengaruhi oleh apa yang didengar dan dilihatnya… Adapun anak yang sudah besar, maka terpengaruhnya mereka dengan hal-hal tersebut sangatlah jelas dan tak terbantahkan. Hanya saja bila ada diantara mereka yang bermain dan berlari-lari di masjid, maka wajib bagi bapaknya atau walinya untuk mengambil tindakan (menghukumnya) dan mendidiknya… Atau wajib bagi petugas dan pelayan masjid untuk mengusir mereka… Seperti inilah praktek kisah yang disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir , “Dahulu ‘Umar bin Khaththab y bila melihat anak-anak bermain di masjid, memukuli mereka dengan pecut, dan setelah Isya’ beliau memeriksa masjid, sehingga tidak menyisakan satu anak pun.” Continue reading “HUKUM MENGAJAK ANAK KECIL KE DALAM MASJID (2/2)”

HUKUM MENGAJAK ANAK KECIL KE DALAM MASJID (1/2)

                                Manfaat mengajak anak sibuk di masjid, dengan kesibukan yang positif, sangat besar. Tidak bisa dipungkiri, betapa banyak anak yang semasa kecilnya dijauhkan dari masjid, padahal diajarkan shalat dan membaca Al-Qur`an, ketika dewasa, mereka tidak punya interest sama sekali terhadap masjid.

Pemilik situs http://www.waheedbaly.com, yaitu Asy-Syaikh Wahîd bin ‘Abdussalâm Bâli, pernah mengeluhkan kondisi sebagian kaum muslimin yang acapkali menjauhkan masjid dari anak-anak tanpa sadar. Dalam kitabnya Tis’un Khatha` fi Al-Masajid (Mesir: Dar Ibnu Rajab, 2002 M) yang merupakan transkrip ceramah, master ruqyah dari Mesir tersebut menyatakan keprihatinannya, “Sebagian pengurus masjid ada yang jika melihat anak-anak kecil datang ke masjid, dengan cepat mereka mengusirnya secara kasar dengan alasan untuk menjaga kebersihan. Perlakuan seperti itu telah (dapat) menghalangi anak-anak dengan masjid sepanjang hidup mereka.” Continue reading “HUKUM MENGAJAK ANAK KECIL KE DALAM MASJID (1/2)”