Tonton “الفيديو الذى ابكى الملايين – رحمة الله بعباده – مؤثر جدا – God’s mercy towards His slaves” di YouTube

Iklan

RENUNGAN AWAL TAHUN UNTUK MEMBETUK KELUARGA SAMARA

​Baca ya saudaraku

Cerita di akhir tahun 2016

Moga di tahun 2017 dst keluarga kita semakin Samawa.. Aamiiin..

Yu kita simak kisah ini…..

=========*=*******===========

“Teeng…”

Terdengar denting bunyi jam 1 kali, menandakan jam 01.00 dini hari.
“Assalamu’alaikum…!” 

Ucapnya lirih Abdurrahman saat masuk rumah.
Tak ada orang yang menjawab, Dia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur.
“Biarlah malaikat yang menjawab salamku,” 

Gumamnya dalam hati.
Diletakkanlah tas, ponsel dan kunci-kunci di meja.
Setelah itu, barulah Abdurrahman  menuju kamar mandi sekalian berwudlu kemudian berganti pakaian.
Semua tertidur pulas, tak ada satu-pun yang terbangun.
Segera dia  beranjak menuju kamar tidur. 

Pelan-pelan dibukanya pintu kamar.

Dia tidak ingin menggangu istrinya yang sedang pulas tidur.
Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadiran suaminya.
Kemudian Abdurrahman duduk di pinggir tempat tidurnya. 
Dipandanginya dalam-dalam wajah Qonitat istrinya.
Abdurrahman teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum dia menikah.
Ayahnya berpesan :

“Jika kamu sudah menikah nanti:
•Jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan keinginanmu. 

Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.

•Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Dia bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.
Dan..

°Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, Maka..

Lihatlah ketika istrimu tidur..”
“Kenapa Yah, kok waktu dia tidur?” 

Tanyanya kala itu.
Ayahnya menjawab :

“Nanti kamu akan tahu sendiri”
Waktu itu, dia tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.
Malam itu, Abdurrahman  mulai memahaminya. Malam itu, dia menatap wajah istrinya lekat-lekat. 
Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. 
Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima. 
Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. 
Pancaran tulus dari kalbu.

Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan. 
Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.
Dalam batin, Dia  bergumam,

“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis:

•Yang leluasa beraktivitas,

•Banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Lalu aku menjadikanmu seorang istri. •Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit. 

•Memberikanmu banyak batasan, 

•Mengaturmu dengan banyak aturan.
Dan aku pula..

•Yang menjadikanmu seorang ibu. •Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.

•Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.
Wahai istriku.. 

Engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, kini aku memberikan beban di tanganmu, dan dipundakmu..

•Untuk mengurus keperluanku, 

•Guna merawat anak-anakku, juga 

•Memelihara kenyamanan  rumahku.
Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku. 
Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.
Kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.
Kau buang egomu untuk menaatiku. 
Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.
Wahai istriku..

Di kala susah, kau setia mendampingiku.
Ketika sulit, kau tegar di sampingku.
Saat sedih, kau pelipur laraku.
Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.
Jika aku gundah, kau penyejuk hatiku. 
Kala aku bimbang, kau penguat tekadku. 
Bila aku lupa, kau yang mengingatkanku.
Ketika aku salah, kau yang menasehatiku.
Wahai istriku..

Telah sekian lama engkau mendampingiku.
Kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.
Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu..?!
Dengan alasan apa aku marah padamu..?!
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan. 

Semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan air mata.
Akulah yang harus membimbingmu.

Aku adalah imammu.
Jika kau melakukan kesalahan.

Akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu.
Jika ada kekurangan pada dirimu.

Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.
Karena kau insan, bukan malaikat.
Maafkan aku istriku..

Kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan.
Mari kita bersama-sama membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah azza wa jalla.
Segala puji hanya untuk Allah azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodoh untukku.”
Tanpa terasa air matanya menetes deras di kedua pipinya. 
Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.
Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan. 
Tak lama kemudian ia pun terlelap.
•®•®•

“Teeng..teeng..”
Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.
Qonitat, istri Abdurrahman terperanjat sambil terucap :

“Astaghfirulloh, sudah jam dua..!”
Dilihatnya sang suami pulas di sampingnya.
Pelan-pelan ia duduk, sambil berdoa memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.
“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatanganmu.
Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa. 
Sudah makan apa belum ya dia..?!”

Gumamnya dalam hati.
Ada niat mau membangunkan, tapi ach.. tidak tega.

Akhirnya dia cuma pandangi saja wajah suaminya.
Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya.
Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Hanya hatinya yang bicara :

“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku.
Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku.
Begitu besar harapan kusandarkan padamu.
Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.
Wahai suamiku..

•Ketika aku sendirian..

Kau datang menghampiriku.

•Saat aku lemah..

Kau ulurkan tanganmu menuntunku.

•Dalam duka..

Kau sediakan dadamu untuk merengkuhku.

•Dengan segala kemampuanmu..

Kau selalu ingin melindungiku.
Wahai suamiku..

•Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.

•Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.
•Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal, tidak menyurutkan langkahmu.
Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.
Lalu..

Atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu.
Dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu?
Seberapa pun materi yang kau berikan,

itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.
Walau kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku,

Tapi..

Kesungguhan & tekadmu beramal sholeh, mengajakku dan anak-anak istiqamah di jalan Allah..

Membanggakanku dan membahagiakanku.
Maafkan aku wahai suamiku..

Akupun akan memaafkan kesalahanmu.
Alhamdulillah.. segala puji hanya milik Allah.

Yang telah mengirimmu menjadi imamku.
Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah .
Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”
ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما
“Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata ‘ayun waj’alna lil muttaqiina imaama”……….

​KESAKSIAN MANTAN SYI’AH

Alumni Iran Sebut Indonesia Ditargetkan Jadi Suriah Kedua

MANTAN Da’i Syiah lulusan Iran, Ali Saefulloh memaparkan pengalamannya selama menjadi juru dakwah untuk merekrut masyarakat.
Menurut alumni Universitas Imam Khomeini, Qom ini, kelompok Syiah memiliki strategi yang sistematis dan terstruktur untuk mensyiahkan Indonesia. Mereka memiliki 7 divisi untuk mendekati berbagai kalangan dari mulai ulama, intelektual hingga politisi.
“Di Indonesia kelompok Syiah memiliki lembaganya. Ada 7 divisi (di antaranya) Divisi Mustasyar, Divisi Ulama, Divisi Intelek, Divisi Legislatif, Divisi Pertahanan dan Keamanan, Divisi Industri, Divisi Ilmu Pengetahuan dan Budaya. Di Divisi pendidikan (ilmu pengetahuan), kita memiliki orang penting,” kata Ali Saefullah yang menghabiskan waktunya belajar Syiah di Iran selama 4 tahun.
Hal itu diungkapkan Ali dalam Maulid Nabi bertema “Memperkokoh Akidah Ahlussunah wal Jamaah dari Ancaman Aliran Sesat Syiah” di Masjid Al Kamiliyyah, Jakarta Timur.

Hadir dalam acara ini di antaranya Habib Tohir Al Kaff, Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun (MUI Pusat), Dr. Abdul Chair Ramadhan SH.MH (MUI Pusat), Drs. Ahmad Subki Saiman (Lisan Hal) beserta para habaib dan asatidz di Jakarta.
Menurut Ali, kelompok Syiah memiliki rencana matang karena sudah menargetkan Indonesia menjadi negeri Syiah.
“Saya tergabung di sebuah laskar ankatab. Itu laskar yang disiapkan untuk menjadikan Indonesia Negara Syiah. Kami merencanakan Indonesia menjadi Syria kedua. Sebelum kakek saya meninggal, beliau berpesan Indonesia sudah ditakdirkan menjadi negeri Syiah,” beber Ali. Dia mengatakan kakeknya belajar langsung di Suriah dan menjadi pengikut ajaran Syiah Nushairiyah.
Dari hasil dakwahnya, Ali mengaku telah mensyiahkan banyak orang. Dia ditugaskan khusus untuk berdakwah setelah menuntut ilmu Syiah di kampus dan hauzah Syiah di Qom, Iran.
“Kami dakwahi mereka dari Aceh hingga Irian. Saya sudah masukkan umat Islam menjadi Syiah sebanyak 300 orang. Naudzubillah,” terang dia yang memilih untuk bertaubat.
Kalian tau kenapa suriah bisa seperti ini???

Dari negeri yang sangat indah berubah menjadi negeri tak ubahnya neraka bagi penghuninya

*

Ini karena kalian sebagai ummat islam selalu apatis

*

Suriah itu menganut system demokrasi. Pemimpinnya dipilih dengan sistem pemilu.

Mayoritas masyarakatnya adalah Islam Sunni. Tapi ketika pemilu, ada sebagian rakyatnya yang tak peduli, ada pula yang mengikuti seruan ulamanya yang mengharamkan pemilu, sehingga pemilu dimenangkan oleh syi’ah yang sebenarnya minoritas di negeri itu.

Dan naiklah Iblis Basyar Asaad itu sebagai presiden

*

Dibawah kepemimpinan iblis syiah itulah rakyat didholimi. Yang kritis ditangkapi. Akhirnya rakyatnya protes. Demo damai. Tetapi malah rakyatnya ditembaki, sehingga banyak yang mati.

Ketika kedholiman semakin parah, rakyat melakukan perlawanan, dibantu sebagian angkatan perangnya yang muslim sunni yang membelot. Sampai kemudian pemerintah Iblis Syiah ini terus memburu rakyatnya dan mencap rakyatnya memberontak. Tak cukup sendiri menghadapi rakyatnya, tapi minta bantuan Syiah Iran dan Rusia yang komunis

*

Inilah yang sedang dan akan terjadi pada Indonesia

-diberi fakta malah dituduh fitnah, pencemaran nama baik, hate spech, diancam UU ITE

-Pemilu thogut haram ménurut sebagian aliran islam indonesia

-Demo damai dihalang-halangi dianggap anti kebhinekaan

-Yang kritis ditangkap

-Yang cinta Indonesia dianggap makar

-Yang taat pada agamanya dianggap teroris

-islam bersatu malah nyiyir

Kedepanya  PP 58 tahun 2016 tentang ormas asing akan membuat kita seperti suriah, mereka akan berkonsolidasi, membangun kekuatan dari segi ekonomi, politik dan militer, setelah semua itu terjadi barulah kalian akan mewek sambil guling-guling

10 juta imigran akan menggantikan 10 juta kader yang dulu diberangus habis pada tahun 65, karena target mereka 2020 Indonesia dalam genggaman

*

Terserah pada kita, mau menyadari atau tidak, kedepannya indonesia akan seperti suriah jika kalian masih apatis

*

Mari kita cegah dari sekarang selagi kista belum menjadi tumor, karena jika sudah jadi tumor akan sulit untuk diobati

*

Wahai Rakyat Indonesia Sadarlah, Bersatulah 

Pak Kapolri, kami bukan Makar tapi Kami Cinta Indonesia, percayalah, kami, saya, anda yang hadir dimonas kemarin akan menjaga Indonesia dibanding kecebong-kecebong yang selalu nyinyir dan puja-puji jika  dibayar

Dukung kami, kembalikan UUD45 yang asli  sebagai landasan konstitusional dan Pancasila sebagai landasan dasar dan ideologi bukan sebagai pilar, karena pilar tanpa dasar akan ambruk seperti sekarang

“Merdeka atau Mati”

“Hidup Mulia atau Mati Syahid”

Indonesian Moslem Cyber Army

============$

Group WA