MASA ORIENTASI SANTRI (MOS) PPTQ QORYATUL QUR’AN Juli 2017

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Qoryatul Qur’an selenggarakan agenda tahunan MOS (Masa Orientasi Santri), yang berlangsung selama dua hari satu malam, dimulai dengan apel pembukaan acara yang dipimpin langsung oleh ketua panitia yang merupakan ketua kesantrian beliau Ust. Muhammad Negus yaitu pada hari Sabtu, 15 Juli dan di akhiri dengan apel penutup yang dipimpin langsung oleh komandan Leadhership Ust. Istanto dan didampingi oleh pengurus yayasan Qoryatul Qur’an beliau Ust. Setyadi, M.Pi pada hari Ahad, 16 Juli 2017.

Continue reading “MASA ORIENTASI SANTRI (MOS) PPTQ QORYATUL QUR’AN Juli 2017”

WISUDA AKBAR PONDOK PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN QORYATUL QUR’AN

Segenap tamu undangan memenuhi ruang aula kampus putri PPTQ Qoryatul Qur’an untuk menyaksikan prosesi Wisudawan angkatan IV dan wisudawati angkatan II, Sabtu 8 Juli 2017

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Qoryatul Qur’an mewisuda para santri penghafal Al Qur’an sejumlah 53 (lima puluh tiga) wisudawan dan wisudawati. Dari jumlah tersebut 12 anak diantaranya telah selesai setoran 30 juz

Acara ini dihadiri oleh Kemenag Kabupaten Sukoharjo, Dandim, Polsek Kecamatan Weru, perangkat Desa Karangmojo dan desa Jatingarang serta puluhan tamu undangan dan para wali santri yang diwisuda. Continue reading “WISUDA AKBAR PONDOK PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN QORYATUL QUR’AN”

SANTRI GRIYA TAHFIZH QORYATUL QUR’AN 1 BERKUNJUNG KE MA’HAD QORYATUL QUR’AN PUTRA

Ahad, 30 April 2017. Santri Kelas Kibar GRIYA TAHFIZH QORYATUL QUR’AN 1 menyimak nasehat dan taujihad dari Ust. Abdul Mu’in, S.Pd.I di perpustakaan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an QORYATUL QUR’AN putra.

Continue reading “SANTRI GRIYA TAHFIZH QORYATUL QUR’AN 1 BERKUNJUNG KE MA’HAD QORYATUL QUR’AN PUTRA”

SHODIQ DIANA, KHATAM SETORAN HAFALAN AL-QUR’AN 30 JUZ

Selasa, 25 April 2017. Santri Qoryatul Qur’an atas nama Shodiq Diana kelas XI (Sebelas) SMKTQ, asal Weru, Sukoharjo.  menghatamkan setoran Al Qur’an 30 Juz di Haula Ma’had Qoryatul Qur’an. Continue reading “SHODIQ DIANA, KHATAM SETORAN HAFALAN AL-QUR’AN 30 JUZ”

KEMENANGAN PILKADA DKI Sesuai Prediksi Nabi

IHSAN SF

Judul di atas jelas sangat bombastis, sebab nabi tidak kenal mana itu DKI dan
segala hiruk pikuk yang ada di dalamnya. Betul, judul itu memang tidak tepat
dan tidak boleh dijadikan judul.
Sengaja judul itu diangkat sekadar mengambil momentum yang lagi hangat biar
mudah dipahami.
Di sisi lain, kami hanya ingin menjelaskan agar spirit al maidah 51 menjadi
tonggak keyakinan akan kemuliaan dan kemenangan bersama al qur’an, itu saja
maksud kami.
Semua kita tahu bahwa pembelaan dan dukungan umat islam Indonesia hingga
terkumpul 7 jutaan manusia bukan karena undangan pencoblosan suatu saat
nanti. Tapi lebih karena semangat pembelaan kepada Al Qur’an yang dinistakan
musuh musuh al qur’an.
Beragam kisah heroik mulai dari jalan kaki ribuan santri Ciamis menempuh
jarak ratusan kilo meter hingga manula yang tidak mau ketinggalan memadati
DKI adalah bukti spirit Al Qur’an telah menguatkan jiwa2 manusia.
Terlepas dari polemik boleh tidaknya kumpulan massa di depan umum, bukan
itu yang jadi obyek pembahasan, sebab aturan di negeri ini memang
membolehkan hal tersebut dan presidenpun pernah hadir di tengah-tengah acara
itu bahkan memberi sambutan dan teriakan Takbir.
Terlepas dari itu semua, kami hanya ingin menyoroti, itulah spirit al qur’an
yang mampu menggerakkan jutaan manusia utk melakukan aksi bela quran
Mudah-mudahan hasil bela al quran membuahkan kemenangan, utamanya
memenangkan calon gubernur muslim melawan gubernur kafir.
Kami tidak berani mengatakan kemenangan anis sandi adalah kemenangan
islam, sebab menurut kami, islam itu terlalu suci hingga karenanya janganlah
bermudah mudah mengatasnamakan islam untuk sesuatu yang bukan pada
tempatnya. Hasil akhir adalah kemuliaan bagi yang memuliakan alquran dan
kehinaan bagi yang menghinakan al quran
Al quran adalah poros kemuliaan, siapa memuliakan akan mulia, siapa
menghinakan akan terhina.
Al Qur’an Kalamullah yang Mahamulia, diturunkan pada nabi yang paling
mulia, diturunkan pada bulan yang paling mulia, dan diturunkan pada malam
yang paling mulia.
Dari sederet kemuliaan tersebut, menjanjikan kemuliaaan pula bagi hamba yang
berpegang dengannya.
Barangsiapa memuliakan al quran beroleh kemuliaan dan barangsiapa
menghinakan Al Qur’an beroleh kehinaan.
Inilah janji dan jaminan nabi akan memuliakan hamba yang memuliakan al
qur’an dan kebalikannya. Beliau bersabda:
ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﻓﻊ ﺑﻬﺬ ﺍﺍﻟﻜﺘﺎﺏ
ﺍﻗﻮﺍﻣﺎ ﻭﻳﻀﻊ ﺑﻪ ﺍﺧﺮﻳﻦ )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ )
Dari Umar bin Khathab radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu
alaihi wsalam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangakat derajat suatu kaum
dengan al Qur’an dan Dia merendahkan kaum lainnya denga. Al Qur’an pula”

[HR. Muslim]
KONKLUSI & INSPIRASI
Coba bayangkan…
1 ayat yang diamalkan sama dengan 1 kemuliaan. Kasus Al Maidah: 51
misalnya, telah sukses memenangkan calon gubernur muslim melawan kafir
Maknanya, jika (kurang lebih, bukan jumlah persis) 6666 ayat diamalkan
semua, maka sekitar 6666 kemenangan akan diperoleh
Masihkah ragu kemenangan bersama la quran..?
Mari bersama al quran
Mari mengukir kemenangan
Salam.ta’zim
Ihsan SF